Berikut Manfaat Cayenne lainnya

 

Cabe bisa meredakan hidung tersumbat akibat pilek dan capsaicin bisa mengencerkan lendir. Dengan demikian, lendir hidung di rongga hidung akan disiram dan keluar. Akibatnya, hidung menjadi tersumbat lagi. Hal ini berlaku untuk sinusitis dan batuk berdahak.
Cabe bisa mengurangi risiko stroke, penyumbatan pembuluh darah, impotensi, dan penyakit jantung koroner. Sebab, dengan mengkonsumsi darah capsaicin secara teratur akan tetap disiram dan kerak lemak di pembuluh darah tidak akan terbentuk. Jadi, darah akan mengalir dengan lancar. Jadi, cabe juga berkhasiat mengurangi pembekuan darah (trombosis).
Sebagai antibiotik alami.
Cabe bisa meringankan sakit kepala dan nyeri sendi. Sebab, rasa pedas dan panas yang dihasilkan capsaicin akan menghalangi pengiriman sinyal nyeri dari sistem saraf pusat ke otak. Dengan demikian, rasa sakitnya akan berkurang, bahkan hilang.
Cabai bisa menambah nafsu makan pengkonsumsinya. Sebab, capsaicin bisa merangsang produksi endorfin, hormon yang bisa membangkitkan rasa senang dan bahagia. Jadi, nafsu makan bertambah.
Antioksidan dapat digunakan untuk mengatasi ketidaksuburan (infertilitas), afrodisiak, dan memperlambat proses penuaan.
Ekstrak buah cabe merah memiliki efek penghambatan pada pertumbuhan jamur Candida albicans, yaitu jamur pada permukaan kulit.
Untuk gangguan rematik dan radang dingin (sakit jari dengan dingin).
Daunnya bisa digiling untuk dipijat di daerah yang sakit agar bisa mengatasi sakit perut dan bisul.
Perlakukan perut kembung.
Membantu membakar kalori hingga 25%.
Berikan kalsium dan fosfor ke tubuh.
Cabe menghasilkan vitamin C (lebih dari jeruk) dan provitamin A (lebih dari wortel) yang sangat diperlukan untuk tubuh.
Meski ada banyak manfaat yang bisa ditarik dari mengonsumsi cabai, namun dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi cabai berlebihan. Jadi tidak salah untuk mulai memasukkan makanan pedas dalam makanan sehari-hari secara teratur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *