Duduk Di bawah Pohon Ketapang Kencana

Duduk Di bawah Pohon Ketapang Kencana

Duduk Di bawah Pohon Ketapang Kencana
Satu hari saya tengah duduk di bawah pohon ketapang kencana yang berada di sekitaran ruang perumahan tentara untuk temani saudaraku yang datang dari luar kota yang menginginkan lihat kijang yang ada di sana. Sesaat saya terdiam dalam lamunan serta memikirkan masa masa yang sempat saya lalui dulu. Kehidupan dimasa kecil yang seperti kapal yang terombang ambing di lautan. Masa indah yang tengah dalam puncaknya dalam kebahagiaanku yang dengan saat itu juga seperti dibanting kebawah karna saya sekeluarga mesti beralih tempat tinggal ketempat yang saat ini. Hilanglah semuanya kebiasaanku yang bermain dengan rekan rekan masa kecilku.
Awal mulanya saya terasa kesusahan dalam menyesuaikan dengan lingkungan baru ini. Sampai pada akhirnya saya berteman dengan sebagian anak seusiaku yang tengah bermain bola dengan memakai dua buah pohon ketapang kencana jadi gawangnya. Dari sinilah masa kecilku berlanjut. Hari hari dilewati dengan bahagia sekali lagi. Walaupun orangtua bekerja dari pagi hingga sore serta saya sendirian di rumah sampai mereka pulang. Paling tidak saat ini saya mempunyai rekan yang senantiasa tidak lupa untuk mengajakku bermain dengan.
Sehari-hari disekolah bila waktu istirahat kami senantiasa pergi ke kantin dengan lalu bermain dengan rekan satu kelas yang lain. Dilanjut pulangnya bila tengah mempunyai rejeki kami dengan sama pergi ke rental Playstation untuk bermain game. Umumnya orang yang bermain playstation tidak jauh dari tiga type game. Satu sepakbola, dua game perang serta ke-3 guitar hero. Saya sendiri serta rekanku lebih sukai dengan yang nomor dua serta tiga. Kami senantiasa pergi ke tempat rental playstation punya mas Topo yang mempunyai keunikan didepannya ada pohon ketapang kencana yang tumbuh lebat yang umum kami panjat bila menanti tempat rental yang masih tetap belum juga buka.
Bila telah punyai urusan dengan bermain playstation tentu kami senantiasa lupa dengan saat. Biasalah anak kecil bila telah bermain kan juga senantiasa sesuai sama itu. Beda hari sekali lagi bila kami tengah tidak mempunyai uang untuk bermain game paling paling kami juga akan lakukan kegiatan yang lain. Misalnya memancing ikan di sungai. Di antara semuanya rekanku saya tentu yg tidak sempat memperoleh ikan serta terbagus bisa Hanya satu itupun ukurannya juga kecil. Sedang rekan rekanku yang lain senantiasa memperoleh banyak ikan. Maklumlah ditempat tinggalku yang dahulu tak ada sungai serta saya belum juga sempat pergi memancing jadi tentu saya kalah dengan rekan rekanku yang lain.
Tempat yang umum kami kunjungi untuk memancing ada empat. Yang pertama yaitu sungai yang berada di samping selatan desaku. Di sana ada beragam jenis ikan dari mulai yang kecil sampai yang besar. Yang ke-2 yaitu sungai dibelakang perumahan umumnya cuma ikan ikan kecil serta udang udang kecil yang ada di sini. Yang ke-3 yaitu sungai di sekitar perumahan beberapa tentara yang ditepiannya ada banyak pohon ketapang kencana yang memberi keteduhan untuk kami waktu memancing. Serta yang ke-4 yaitu sungai brantas.