Mengenali Ciri-Ciri Pengembang Yang Bermasalah

Saat kita mengambil keputusan untuk beli satu property, baik itu tempat tinggal atau apartemen, satu hal yang butuh di perhatikan serta dipelajari yaitu siapa developernya atau pengembangnya. Hal semacam ini begitu perlu untuk calon konsumen tempat tinggal supaya betul-betul ketahui reputasi pengembang itu. Telah berapakah lama perusahaan pengembang berdiri, bagaimana kwalitas bangunannya, bagaimana caranya mereka menanggapai yang dirasakan customer, serta yang terutama bagaimana mereka mewujudkan janji-janjinya pas saat.

Tanda-tanda pengembang property yang nakal sesungguhnya gampang dikenali. Tetapi, banyak customer yang termakan oleh janji palsu pengembang. Karenanya begitu perlu untung mengetahui tanda-tanda pengembang yang nakal. Mengingat kita punyai urusan dengan transaksi uang yang nilainya banyak, bahkan juga mungkin saja adalah transaksi dengan nilai paling besar selama hidup. Tidak cuma uang yang dapat hilang, kerugian saat dapat juga berlangsung karena punyai urusan/terjerat pengembang nakal yg tidak amanah.

Lewat internet sesungguhnya kita dapat menelusuri rekam jejak satu pengembang property. Anda dapat memakai mesin pencari google, komunitas diskusi, portal berita, atau sosial media seperti facebook serta twitter. Pengembang nakal umumnya juga akan keluar berita negatif yang datang dari customer yang dikecewakan.

Di bawah ini sebagian di antara tanda-tanda pengembang nakal yang pantas Anda cermati :

Sesudah Anda menyetorkan uang booking fee (tanda jadi), pengembang tidak kunjung mengolah surat Kesepakatan Pengikatan Jual-Beli (PPJB).
Penyetoran uang muka bukanlah ke rekening perusahaan namun ke rekening pribadi punya personil marketing, terlebih bila tidak di beri bukti kwitansi.
Tim marketing yg tidak handal serta kurang mengerti dunia property terutama product yang di pasarkan.
Seringkali mengulur saat penyelesaian pembangunan property serta beberapa sistem yang lain yg tidak jalan sesuai sama jadwal yang diterangkan dimuka.
Pengembang property tidak miliki service customer yang spesial mengatasi yang dirasakan konsumen
Spesifikasi bangunan nyatanya banyak ketidaksesuaian dengan yang dijanjikan.
Banyak peristiwa yang menerpa customer konsumen property yang tertipu oleh janji manis pengembang. Seringkali kita dengar cerita yang dihadapi konsumen, di mana pengembang tidak dapat merampungkan pembangunan walaupun angsuran KPR telah jalan. Ada pula masalah uang muka (down payment) yg tidak dapat segera ditarik (diulur-ulur) bila berlangsung pembatalan karna KPR yg tidak di setujui dengan beragam argumen yang dilontarkan pengembang.

Bila telah terlanjur punyai urusan dengan pengembang nakal bagaimana? Sedikit susah untuk customer untuk merampungkan problem terutama bila uang angsuran KPR telah jalan. Karna ketika itu pengembang yang nakal relatif tidak perduli serta terlepas tangan juga akan problem yang keluar. Sebaiknya kita selekasnya melayang-layangkan komplain ke pengembang.

Tidak semuanya pengembang property nakal. Semakin banyak pengembang yang profesional serta menggerakkan sistem jual beli property sesuai sama tenggat saat. Customer serta marketing mesti merajut komunikasi yang intens, tidak menutup-nutupi kekurangan, sampai berlangsung keyakinan yang sama-sama untungkan ke-2 belah pihak.

Mudah-mudahan kita terlepas dari pengembang yg tidak jujur serta tidak amanah. Karenanya cematilah baik-baik sebelumnya beli property, termasuk juga profil perusahaan pengembang.